Home.
Kontak Kami.
Sejarah.

Visi dan Misi.

Tujuan Dan Sasaran.

Tugas dan Program.

SDM.

 Fasilitas.

Pelayanan.

Pembenihan.
Budidaya.
Laboratorium.
LSSM CMC.
Rancang dan Bangun.

@2009 Balai Budidaya Air Payau Takalar

Design and Developted by iqrisulizar@gmail.com

 

Link Website
Republik Indonesia
Departemen Kelautan dan Perikanan
Badan Riset Kelautan dan Perikanan
Badan Meteorologi dan Geofisika
BRPPU Palembang
P2SDKP Kendari
Dirjen Perikanan Budidaya
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi
Badan Satandardisasi Nasional

Beranda

Makassar 01-01-2012 Sumber :Mike Rimmer (PM for ACIAR PROJECT FIS/2007/124
Swimming crab harvest (newsletter-January 2012)
In November the first grow-out trial of swimming crabs (Portunus sp.) ~ known in Australia as "blue swimmers" ~ by BBAP Takalar was harvested at Laikang1.
 
selengkapnya
Laikang-Takalar 01-01-2012 Sumber :Mike Rimmer
APRI crab restocking
In November the first grow-out trial of swimming crabs (Portunus sp.) ~ known in Australia as "blue swimmers" ~ by BBAP Takalar was harvested at Laikang1.
 
selengkapnya
Pangkep 01-08-2011 Sumber :http://www.kmb-sulsel.net
Panen raya budidaya ikan nila di Pangkep (ACIAR-BBAP Takalar)
Australian Centre for International Agricultural Research(ACIAR) dan Balai Budidaya Air Payau (BBAP) Takalar, berhasil melakukan panen raya ikan nila yang pertama di Desa Bontomanai Pangkep (16/07). Program percontohan yang memanen ikan nila sebanyak 4 ton lebih ini, diharapkan mampu meningkatkan produktifitas ekonomi masyarakat Pangkep lewat pemanfaatan lahan-lahan tambak yang telah kosong.
 
selengkapnya
Takalar 06-10-2009 Sumber :Fajar Online
Rekayasa Biologi dan Daya Saing Bisnis Udang
Rekayasa Biologi dan Daya Saing Bisnis Udang Oleh: HM Rahmat Ibrahim ( Pengamat Perikanan) Seorang pengusaha pembenihan udang yang konsisten mengembangkan usaha pembenihan di daerah ini mempersoalkan perbedaan pertumbuhan induk vaname diimpor (dari Amerika) dibandingkan induk lokal. Akibat perbedaan itu, para petani berani membeli benih asal induk impor (Rp 35 per ekor) lebih mahal dari benih yang berasal dari induk lokal (Rp 25 per ekor). Seperti dimaklumi, udang windu adalah jenis udang lokal yang sejak awal dikembangkan di tambak. Merebaknya serangan virus bintik putih menyebabkan kegagalan usaha pembesaran udang windu, membuat petani trauma dengan kematian massal udang windu di tambaknya. Akhirnya, banyak tambak intensif dan tradisional yang menghentikan usahanya.
 
selengkapnya

  Records 1 to 4 of 10 

Next Last